VOYAGE TO INDONESIA SEMINAR ON URBANIZATION : "MANAGING URBANIZATION FOR SUSTAINABLE CITIES"

Selamat pagi buat pembaca setia blog atau para blogger. Kali ini saya ingin sharing tentang kegiatan seminar kemarin yang di adakan oleh BKF (Badan Kebijakan Fiskal), dari instansi Kementerian Keuangan membahas mengenai industri pariwisata yang ada di Indonesia juga penanggulangan serta pengelolaan sampah maupun limbah plastik. Pasti kalian penasaran kan ingin tahu lebih lanjutnya? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya.

doc. pribadi

Seminar yang mengusung tema "Managing Urbanization for Sustainable Cities" ini bertujuan untuk mengkomunikasikan serta mensosialisasikan tentang arus urbanisasi yang ada di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, banyak masyarakat yang tinggal di perkotaan atau lebih tepatnya memilih hidup di kota karena selain untuk mendapatkan pekerjaan juga akses untuk memenuhi kebutuhan pun lebih mudah di dapat dibanding dengan tinggal di desa. Maka dari itu bagaimana solusinya untuk melakukan pemberdayaan desa agar tidak mengurangi penduduk yang ada di pedesaan. Karena tiap tahun angka urbanisasi di Indonesia itu selalu meningkat, dan diperkirakan pada tahun 2035 penduduk Indonesia yang berada di perkotaan mencapai 63%. Angka tersebut lebih besar dibanding negara lain seperti India.

doc. pribadi

Dalam kegiatan diskusi kali ini telah dihadiri oleh dari beberapa instansi yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah (gubernur, walikota, maupun bupati), dan juga tokoh yang juga memiliki kaitan dalam bidangnya. Langsung saja diawali dengan pemaparan dari bapak Hiramsyah S. Thaib untuk membuka diskusi sesi pertama yaitu membahas tentang Pariwisata Berkelanjutan di dalam materi nya beliau menyampaikan mengenai Strategi Pengembangan Kepariwisataan Indonesia. Adapun beberapa point yang bisa kita ambil dari diskusi kemarin seperti:
  • Analisis Strategi Situasi
  • Formulasi Strategi
  • Implementasi Strategi
Dan kabar gembiranya kita turut berbangga karena Indonesia selain kaya akan keberagaman budayanya, Indonesia juga memiliki kekayaan alam. Bali merupakan destinasi pariwisata terbaik no. 1 di dunia setelah London (Inggris), dan disusul oleh Paris (Perancis) diurutan ke 3. Diharapkan dengan adanya penghargaan dalam kategori industri pariwisata ini dapat mengembangkan destinasi daerah maupun provinsi lain yang ada di Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, banyak sekali destinasi lokal yang belum tereksplorasi maupun dikenal oleh masyarakat luas. Dibutuhkan sebuah kolaborasi dari penduduk setempat, akademisi, pemerintah daerah dan pusat untuk mengembangkan ekonomi pariwisata agar menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pariwisata menjadi penyumbang devisa no. 2 pada tahun 2016. Itu artinya kegiatan berwisata (Travelling) masuk dalam pendapatan negara, turut berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ada 3 point yang menjadi concern Kementerian Pariwisata di tahun 2017 yaitu:
  1. Digital Tourism (E-tourism)
  2. Homestay Desa Wisata
  3. Airlines
Di era digital ini banyak pelaku usaha dibidang pariwisata menggunakan tekhnologi sebagai jenis usahanya seperti misal agency travel online. Diharapkan dengan adanya agency travel online bisa meningkatkan para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Tidak hanya itu, penginapan pun menjadi salah satu prioritas untuk kementerian pariwisata. Selain hotel bintang 5, rumah milik warga yang dekat tempat wisata pun juga bisa dijadikan sebagai penginapan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan desa. Terakhir, transportasi juga mempunyai peran penting untuk sampai ke lokasi destinasi. Mulai dari bandara, pelabuhan, dan transportasi darat lain seperti kereta api.

www.tanjunglesung.com

Baik, pembicara selanjutnya ada bupati dari provinsi banten yaitu pandeglang. Banten juga memiliki daya tarik tersendiri selain mempunyai julukan sebagai kota santri ataupun religi, wisatanya pun tak kalah menarik sebut saja pantai anyer, pantai sawarna, dan ada juga tanjung lesung. Tanjung lesung ini yang menjadi ikon promosi wisata di pandeglang. Bupati pandeglang ibu Irna Narulita memaparkan selain terkenal dengan badak bercula satu nya, pandeglang memiliki banyak sekali wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk akses menuju lokasi, banten akan membuat tol yang memudahkan ke tanjung lesung yaitu ruas tol serang - panimbang. Bagi warga Jakarta yang ingin berwisata ke Tanjung Lesung dapat menempuh waktu hanya sekitar 2 jam, dan ditargetkan akan rampung pada tahun 2018. Mudah-mudahan saja sesuai dengan target, dengan begitu kita sebagai pecinta wisata alam dapat berkunjung lebih mudah ke tempat lokasi Tanjung Lesung. Untuk memajukan destinasi lokal tentunya dibutuhkan adanya kerja sama dari masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat. Maka dari itu ada beberapa kementerian yang ikut berpartisipasi untuk pengembangan pariwisata di provinsi Banten. Banten juga rencananya akan memiliki bandara yaitu di Banten selatan, namun masih dalam proses perijinan. Semua ada peraturannya, jadi memang diperlukan kerjasama dari tiap pihak.

www.infolombok.net

Kita bergeser ke lombok. (Oh tidaaaakkk, saya memang belum pernah kesana. Tapi saya sudah membayangkan betapa indahnya pesona alam yang ada di lombok tengah ini). Lombok merupakan surganya destinasi pariwisata, mungkin sudah tidak asing dengan gunung rinjani atau foto yang diatas? Ya, Mandalika. Mandalika merupakan destinasi wisata yang sedang dipromosikan oleh pemerintah daerah. Adapun isu strategi yang dipaparkan oleh bupati lombok tengah, namun karena berhalangan hadir jadi diwakilkan. Berikut point-pointnya yaitu:
  • Optimalisasi Pariwisata Sebagai Pengungkit Ekonomi Daerah
  • Penurunan Angka Kemiskinan Dengan Gerbong Pariwisata
  • Penguatan Daya Dukung Daerah
Lombok tengah juga ditetapkan sebagai kabupaten pariwisata, potensi dan daya tarik wisatanya pun tak kalah dengan Bali. Lombok bisa menjadi pilihan destinasi ke 2 setelah Bali dan itu diharapkan akan berlanjut di provinsi-provinsi lain. Di lombok ada yang namanya POKDARWIS yaitu kelomPOK saDAR WISata yang diikuti sekitar 1.270 orang. Pemerintah daerah hanya memberi arahan atau bimbingan, selebihnya masyarakat yang mengembangkan destinasi wisata desanya masing-masing. Homestay pun telah disediakan ada sekitar 7 yang sudah berjalan. Disusul dengan restoran, biro perjalanan, dsb. Tidak hanya wisata bahari saja, wisata budaya serta seni pertunjukan pun tak kalah menarik. Gimana, sudah ada rencana keberangkatan? 

doc. pribadi

Setelah membahas jalan-jalan atau pariwisata. Saatnya sesi pembahasan limbah sampah. Nah yang satu ini nih pasti banyak yang tidak mau atau membahas limbah maupun sampah. Padahal sampah dihasilkan oleh diri kita juga. Sehari-hari kita menghasilkan berapa ton sampah? tapi sayangnya tidak dikelola dengan baik sehingga berdampak buruk bagi lingkungan terutama kesehatan. Langsung saja kita membahas pemaparan dari perwakilan pemerintah daerah kota Jambi, berhubung bapak gubernur berhalangan hadir maka diwakilkan oleh ibu Evi Frimawaty (Kadin LH). Beliau memaparkan luas wilayah Jambi 5,34 jt Ha. Tapi limbah yang dihasilkan tidak kalah dengan Jakarta. Seperti yang kita ketahui selama ini sampah hanya dihasilkan oleh plastik. Padahal banyak limbah yang dihasilkan oleh pangan lain seperti kelapa sawit dan jelanta. Limbah kelapa sawit menghasilkan zat karbon (C) dan juga Gas Methan (CH4) yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan yaitu efek rumah kaca (pemanasan global). Diperlukan adanya pengelolaan agar dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu dapat digunakan kembali (Recycle) dan mengurangi hasil limbah (Reduce). Atau lebih tepatnya menjadi sumber energi terbaharukan. 

doc. pribadi

Sudah saatnya kita peduli terhadap lingkungan untuk kelangsungan hidup. Selain di Jambi adapun Jakarta yang menghasilkan sampah terbesar di Indonesia, yang kedua ya tetap masih di pulau jawa.  Seperti yang dipaparkan oleh perwakilan dari dinas DKI Jakarta, masyarakat Jakarta menghasilkan sampah sekitar 1.600 ton/hari. Bayangkan jika tidak dikelola secara tepat waktu, itu akan menjadi tumpukan pyramid yang tentunya menimbulkan dampak penyakit dari aroma yang tak sedap. Pengelolaan sampah saat ini menjadi permasalahan khusus pasalnya ada beberapa TPA yang sudah tidak dikelola oleh pemerintah dialihkan oleh pihak swasta. Seperti TPA Bantargebang itu mempunyai kontrak tahunan untuk penanggulangan sampah. Harus dari diri sendiri yang aware pada lingkungan hidup. Untuk pengelolaan sampah, masyarakat memang harus dikenakan tarif agar mau peduli dengan limbah yang dihasilkannya. Jangan hanya buang sampah tapi tidak mau terlibat dalam pengelolaannya.

doc. pribadi

Adapun pembicara lain dari BKF sendiri yaitu bapak Parjiono. Beliau membahas tentang Waste to Energy: Opsi Kebijakan Fiskal untuk mendukung pemanfaatan sampah.

doc. pribadi

Beliau memaparkan tentang isu pengelolaan sampah dan regulasi mengenai pembangkit tenaga listrik (PTL). Sampah yang dikelola lalu diubah menjadi bio-diesel merupakan salah satu sumber energi listrik.

doc. pribadi

doc. pribadi

Sebagai penutup ada 2 pembicara lain dari expert, mereka memberikan pendapat tentang pengelolaan sampah juga persoalan regulasi mengenai bio-diesel. Sedikit informasi seminar ini diadakan bertujuan untuk menyambut acara tahunan (Annual Meeting) yang diadakan oleh IMF. Anyone know IMF? International Monetary Fund adalah agenda tahunan yang diselenggarakan oleh World Bank Group. Indonesia merupakan tuan rumah untuk Annual Meeting di tahun 2018, dan akan diselenggarakan di Bali. Ini sebuah opportunity untuk Indonesia memperkenalkan sekaligus mempromosikan pariwisata, tidak sampai disana saja. Indonesia juga bisa menarik minat investor dan mengembangkan bisnis wirausaha yang tentunya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Acara ini akan dihadiri oleh 189 negara, ini bisa membuka peluang baru bagi para pebisnis maupun entrepreneur. So, sudah siap untuk mengikuti kegiatan AM Bali 2018 tahun depan?
doc. pribadi