SEMINAR INTERNATIONAL MILLENIAL DAY 2018

Hai pembaca setia blog. Kali ini saya ingin sharing tentang seminar kemarin yang diadakan oleh studec international dan pengusaha kampus. Seminar yang bertemakan "International Millenial Day 2018" ini mengajak generasi muda atau istilah zaman now nya generasi millenial untuk mewujudkan mimpi. Lalu keseruan apa saja yang dilakukan disana, yuk langsung saja kita simak ulasannya.

doc. pribadi

Apa yang kalian ketahui dengan generasi millenial? Generasi yang lahir antara '80 sampai 2000an? Generasi yang paling update tentang digital? Ternyata bukan itu aja lho gaeess. Generasi millenial saat ini lebih mengutamakan pendidikan, why? Karena fakta di lapangan sarjana S1 di Indonesia sudah banyak, tapi seberapa banyak tenaga kerja yang terserap di Indonesia? Mungkin tidak sampai separuhnya. Maka dari itu diperlukan yang namanya pembekalan baik itu pendidikan maupun soft-skill lainnya untuk menunjang karir kalian. Kalian setelah menamatkan pendidikan mau ngapain lagi? Terjun ke dunia kerja kan pastinya? So, always upgrade your skill and never stop to learning.

doc. pribadi

Seperti yang disampaikan oleh speaker bapak Muhammad Hasan Gaido, beliau merupakan founder dari Gaido Group. Untuk menjadi pengusaha khususnya pengusaha dengan sistem syariah (Entrepreneur Muslim) setidaknya memiliki 5 pedoman, yaitu diantaranya:

• Bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa

• Berkepribadian matang

• Berilmu mutakhir dan berprestasi

• Memiliki rasa kebangsaan

dan yang terakhir ada yang namanya Berwawasan Global.

Kenapa kita harus memiliki 5 hal tersebut? Karena untuk menjadi seorang pengusaha itu harus bertaqwa pada Tuhan (Allah SWT), seperti yang diterangkan dalam hadits bahwa Allah melarang sesuatu yang mendatangkan mudharat seperti riba, kecuali dengan perniagaan. Perniagaan yang seperti apa dulu? Perniagaan yang sudah disepakati oleh dua pihak melalui akad ijab dan qabul yang didasari atas suka sama suka. Dalam perniagaan pun dianjurkan untuk berlaku jujur, jika barang yang dijual memiliki cacat harus dikomunikasikan pada calon pembeli sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. Dengan begitu kita akan mendapatkan kepercayaan yang baik oleh konsumen. Tidak hanya semata-mata mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, namun harus diperhatikan pelayanan terhadap konsumen juga agar si pembeli loyal pada produk yang kita jual. Kiranya seperti itu, dan bapak Hasan juga mencontohkan cara Nabi berdagang, Nabi Muhammad memiliki kekayaan salah satunya dengan berniaga. Nabi Muhammad berdagang dengan sang istri Siti Khadijah, nabi setiap menjual produk selalu berperilaku jujur hingga beliau dijuluki Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Saat ini mungkin sulit untuk menemukan orang yang jujur, namun bukan berarti tidak ada. Bahkan terkadang orang yang jujur selalu dianggap remeh, kembali lagi ke diri kita. Jujur memang tidak selalu mendapat respon baik dari orang lain. Tapi jujur selalu bisa menjadikan diri kita untuk berperilaku baik, karena dengan kejujuran kita dapat membangun relasi maupun bisnis. Tidak ada sesuatu yang dapat dibangun tanpa ada yang namanya sebuah kepercayaan. Sudahkah anda berperilaku jujur? Tentunya hanya diri kita sendiri yang tahu ya teman. Selain itu founder Gaido Group pun menyampaikan kalau anak muda sekarang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional saja, namun internasional. Sesuai dengan tema yang ada "International Millenial Day 2018" kita harus berani untuk menampilkan atau mempresentasikan Indonesia ke luar negeri, tingkat global. Kalian mau tahu alasannya? Oh, ya sebelum saya jelaskan detailnya bapak Hasan pun memiliki visi di tahun 2045. Anyone know what's on the year 2045? Tahun 2045 merupakan 100 tahun atau 1 abad kemerdekaan Indonesia. Apakah kita sebagai penerus bangsa tidak mempersiapkan hal tersebut? Siapa tahu presiden ditahun tersebut kita-kita ini, atau yang menjadi menterinya yaa kita-kita yang sedang berusaha mewujudkan impiannya saat ini. Who know? You can "meng-amini" this prayer. Mungkin saat ini kamu belum tahu kedepannya mau jadi apa, tapi jika kamu berusaha dari sekarang siapa tahu kamu bisa mewujudkan impian yang kamu impikan selama ini. Because nothing impossible if God work on, selama kita mau berusaha. Membahas soal berani tadi, beliau pun mengatakan bahwa iman itu sesuai dengan apa yang diucapkan, apa yang ada didalam hati, dan dibuktikan dengan tindakan. Jika kita beriman pada Sang Pemilik dunia ini, kita akan diberi jalannya. Memang sesuai materi yaitu "Pengusaha Sukses dengan Sistem Syariah" jadi pointnya tidak jauh-jauh dari keyakinan kita masing-masing. Kalau kita sudah mengetahui kuncinya, InsyaAllah sudah dekat impian kita untuk menjadi Pengusaha Muslim yang sukses. Kebetulan yang hadir dalam seminar tersebut banyak yang ingin menjadi entrepreneur, kita doakan  saja agar Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi dengan lahirnya pengusaha-pengusaha muda. Yang terpenting adalah bagaimana action nya, soal hasil Allah yang menentukan. Menjadi pengusaha harus pandai berkomunikasi dan berdiplomasi untuk mendapatkan hati konsumen. Makanya jangan pernah bosan untuk belajar, karena belajar itu hukumnya long life education yang artinya sampai tutup usia pun kita diwajibkan untuk menuntut ilmu. Tidak ada batasan usia. Ya, ditegaskan sekali lagi tidak ada batasan usia. Itu semua tergantung dari keinginan diri kita. Kalau kita mau melihat banyak orang yang usianya diatas dari kita, masih memiliki usaha atau bisnis meskipun sudah pensiun. Kalian bisa cari sendiri informasinya di om google. Jangan pernah merasa tua untuk mencari ilmu, jangan pernah bosan karena sering gagal. Jadikan semua itu sebagai pembelajaran hidup.

doc. pribadi

Lalu pembicara yang kedua ada ibu Ellies Sutrisna, beliau ini merupakan CEO di perusahaan yang juga penulis dan speaker di kegiatan-kegiatan motivasi. Ibu Ellies menceritakan kisah hidupnya semasa kecil, beliau pernah mengalami masa-masa sulit sama seperti kita juga. Lantas apa beliau menyerah begitu saja? Tentu tidak. Beliau meneruskan pendidikannya di Australia melalui beasiswa. Ibu Ellies mengawali karir di Indonesia di bidang IT, beliau mengambil pendidikan jurusan Matematika di Australia. Banyak pengalaman karirnya yang bisa dicontoh, beliau pun mengutarakan kalau sebenarnya orang Indonesia pintar-pintar namun hanya saja kurang rajin. Bu Ellies selalu menegaskan "Kalau dia aja bisa, apalagi gue. Masa gue ga bisa" Nah itu dia motivasinya, jangan jadikan kekurangan sebagai hambatan. Anda terlahir dari keluarga seperti apa, itu bukan salah anda dan bukan salah siapa-siapa juga. Tapiii... jika anda hidup miskin sampai usai usia anda (meninggal) itu salah anda sendiri. Intinya adalah kita masih bisa mengusahakan yang belum menjadi takdir kita. Takdir memang tidak bisa diubah, namun nasib kita sendiri yang menentukan. Beliau juga menceritakan anaknya yang berprestasi di bidang olahraga yaitu ice skating, selain berprestasi di bidang akademis dan bisnis anaknya juga mempunyai bakat sebagai pemain ice skating dan pernah mewakili Indonesia di acara Sea Games kemarin. Jadi tidak ada alasan untuk bersantai-santai ataupun mengeluh, sekarang bukan saatnya lagi seperti itu. Tapi berubahlah demi kebaikan diri kalian sendiri. Sebenarnya kita tidak harus semuanya jadi pengusaha, kalau kalian ingin menjadi employee' why not? Lakukan yang kalian suka, mau jadi manager atau CEO pun itu merupakan employee dari sebuah perusahaan. Tapi bicara soal salary, tidak main-main. Untuk salary jika anda bekerja di perusahaan microsoft ataupun google misalnya, anda bisa membeli 1 apartemen, jelasnya di materi seminar kemarin. Semua pilihan ada ditangan kalian, kalian yang menentukan. Karena apapun hasilnya, ditanggung sendiri tidak lantas menyalahkan orang lain. Saran itu penting, namun keputusan tetap ada ditangan kita sendiri.

doc. pribadi

Last but not at least, ada anak muda yang tidak hanya tampan namun mewakili Indonesia dalam bidang pendidikan. Mungkin sudah ada yang kenal? Yaps, Thomas Tanama. Saya manggilnya apa ya? Kakak atau Abang? (Emang abang lo!), oke saya panggil kak aja biar keliatan saya adiknya. Hehe. Baiklah kak Thomas ini adalah regional manager Asia Pasific untuk Indonesia, kali ini lebih ke sharing session saja karena menurutnya barangkali disini ada yang lebih mengetahui (paham) dibanding dirinya. Jadi lebih ke diskusi, cerita-cerita pengalaman perjalanannya keliling Asia Pasific. Seperti Maldives, wah kalian pasti udah pada tau banget kan pulau ini atau bahkan salah satu destinasi yang ingin kalian kunjungi. Kalau mau kesana jangan lupa ajak-ajak saya ya. kak Thomas mengatakan kalau Indonesia pun sudah memiliki perusahaan start up yang berkembang sebut saja seperti Go-jek, Bukalapak, Tokopedia, masih banyak lagi yang lainnya. Namun kalian bisa lihat lebih banyak di bidang apa? Jawabannya, tekhnologi. Ya tekhnologi ataupun digital kini memudahkan kita dalam mengembangkan bisnis, selain aplikasi perusahaan digital juga membutuhkan yang namanya cyber security. Kalau ingin usahanya berkembang perusahaan tersebut harus membuat produk baru dan juga harus mengetahui data konsumen. Lalu bagaimana cara agar perusahaan mengetahui minat dan keinginan si pelanggan? Dibutuhkan lah seorang tenaga data analyst, mereka yang akan menganalisis data konsumen mulai dari usia, hobi, kebutuhannya apa. Makanya itu dengan selalu berkembangnya tekhnologi tanpa disadari itu akan memunculkan pekerjaan baru, selain data analyst kita mengenal juga research and development (R&D) bagian riset pasar. Itu saling berkaitan jika ingin membuat produk baru, agar lebih tepat sasaran (sesuai dengan target pasar) dan laku di pasaran. Kalian jadi tahu kan mengapa pendidikan itu penting, karena tanpa pendidikan kita tidak bisa mengikuti perkembangan yang ada. Keahlian di bidang lain pun tak kalah pentingnya seperti bakat yang kalian punya, maka dari itu selain ijazah dibutuhkan juga yang namanya sertifikat pendamping. Hanya karena kita bukan generasi millenial misalnya, bukan berarti harus ketinggalan informasi terkini tidak paham tentang digital. Kita harus menyesuaikan perkembangan yang ada, namun tetap untuk hal yang positif pastinya tidak merugikan pihak maupun oranglain. Kita harus bisa beradaptasi dengan orang lain, menghargai perbedaan, dengan begitu kita dapat bersinergi atau berkolaborasi untuk membuat sesuatu.

doc. pribadi

Itulah kiranya kegiatan seminar kemarin yang diadakan dimana ayo? Kok kalian tahu sih, jangan-jangan kita berada disatu tempat yang sama tapi tidak saling mengenal (Apaan sih lu!) Betul syekali, acara seminar kemarin ada di Gedung SMESCO Tower yang ada di Pancoran Jakarta Selatan. Wadahnya UMKM dan para entrepreneur, menarik nih untuk dikunjungi karena banyak jenis hasil kerajinan tangan yang dijual ditempat ini. Yang suka seni artistik bisa datang kesini, melihat dan jangan lupa untuk membeli. Banyak ekonomi kreatif buatan asli Indonesia yang terkenal sampai Mancanegara. So, tunggu apa lagi? Acara seminar ini sangat memotivasi saya untuk menjadi seorang entrepreneur, selain itu juga meningkatkan minat saya untuk melanjutkan S2 di luar negeri yaitu Turkey. Oh My Goodness, i'm hoping i can realize that dream. Di studec international tidak hanya ada program scholarship saja. Tapi seperti edu tourvolunteerconference, dan masih banyak lagi program lain untuk mewujudkan impianmu ke luar negeri. Memang harus dipersiapkan terlebih dahulu berkasnya kayak paspor, e-visa, dsb. Mau ke luar negeri tapi belum punya paspor? Ujung-ujungnya kayak saya ini harus buat paspornya dulu. Tapi tenang, selama ada niat dan usaha, pasti 'kan ada jalannya *kiatngeles. Demikian usai sudah, setelah selesai seminar saya asik melihat pameran seni kreatif dan booth program beasiswa luar negeri. Jadi tidak sabar mau lanjut ke negara konstatinopel, tapi tidak-tidak.. Saya harus siapin duitnya dulu sama bikin paspor baru dah berangkat pake kapal bajak laut mengarungi selat bosphorus ⚓⛵🚢


doc. pribadi


"Untuk menyempurnakan impianmu, terkadang kamu hanya membutuhkan keberanian untuk mewujudkannya. Karena tidak ada impian yang berhasil jika kamu masih memiliki rasa takut. Action, do the best, and be the best." ãƒ¼ Kata Gue Sendiri

Post a Comment

0 Comments