DISKUSI SEMINAR HARI OEANG KE-71 DENGAN TEMA "2030: MENJADI KEKUATAN BARU EKONOMI DUNIA MELALUI TRANSFORMASI DIGITAL DAN APBN YANG BERDAYA SAING"

Hari menjelang siang ini saya baru menyempatkan waktu untuk menulis di blog. Setelah kemarin mengikuti kegiatan seminar di gedung dhanapala, kementerian keuangan. karena saya banyak kesibukan atau memang sok' sibuk. Jadi saya baru bisa menulis ringkasan nya sekarang, anyway kalian sudah membaca judul blog kali ini kan? Iya meskipun temanya panjang sekali, namun pembahasannya pun tak kalah panjang; sepanjang jalan daendels (anyer-panarukan). Oke, kita bahas sejarahnya nanti saja. Ini ada yang lebih penting (serius nih kayaknya). Tidak juga, hanya saja baik untuk disimak. Karena ini membahas perekonomian Indonesia. Langsung saja ke topik perbincangannya ya!

doc. pribadi

Sebelumnya sudah ada yang tahu mengenai hari oeang? Atau ada yang baru dengar sama seperti saya? Ya, hari oeang diperingati untuk mengetahui perjalanan keuangan Indonesia. Sejarah perkembangan kementerian keuangan sebagai salah satu organisasi pemerintahan telah memasuki usia yang ke-71. Seperti yang dikutip dari Majalah Media Keuangan dalam jalan perbaiki organisasi; gedung monumental A.A Maramis menjadi saksi pemindahan kekuasaan kolonial ke Indonesia. sedikit informasi kementerian keuangan menjadi salah satu instansi pemerintah yang pertama kali dibentuk. Dan tidak banyak yang tahu, Dr. Samsi Sastrowidagdo ditunjuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) untuk menjadi menteri keuangan pertama.

doc. pribadi

Itulah mengenai singkat sejarahnya, sekarang ada yang tahu siapa yang menjabat sebagai menteri keuangan pada era bapak Presiden Joko Widodo ini? Ya, ibu Sri Mulyani. Berikut ringkasan profilnya, ibu Sri sudah menjabat dua periode di menteri keuangan RI. Periode pertama di era bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau dikenal pak SBY ditahun 2005-2010, dan periode kedua yaitu pada tahun 2016 hingga sekarang pada masa bapak Presiden Joko Widodo. Ibu Sri menyampaikan pesan pada acara seminar yang diadakan oleh kementeriannya. Beliau mengatakan bahwa di zaman yang serba digital ini anak muda harus lebih memiliki rasa percaya diri dan juga kreatifitas untuk membuat perubahan. Dengan banyaknya aplikasi social media yang membuat siapa saja terhubung atau terkoneksi, seharusnya distance bukan lagi menjadi penghalang. Facetime atau bahkan update informasi luar negeri sekarang lebih cepat dan mudah untuk diakses di zaman sekarang. Selain itu beliau juga menyampaikan kalau Generasi Millenial sekarang memiliki 3C. Apa itu 3C? Yaitu Connected, Confident, dan Creative. Semua informasi dan tekhnologi mudah diakses itu pastinya akan mempermudah kita dalam melakukan aktifitas, tinggal kitanya yang harus memiliki rasa percaya diri yaitu Confident dan memanfaatkan peluang digital yang semakin berkembang pesat tentunya dibutuhkan yang namanya kreatifitas. Kids jaman now sudah bukan lagi menjadi user, tapi bagaimana cara menciptakan sesuatu (create) yang diciptakan melalui ide yang dihasilkannya. Contoh kecilnya banyak anak muda sekarang yang mencoba membuat aplikasi, dan tidak menutup kemungkinan hasil yang mereka ciptakan malah berdampak positif yaitu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ini jika dikembangkan, akan mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Karena tujuan dari seminar ini adalah bagaimana menyampaikan serta mengajak masyarakat khususnya para generasi muda untuk berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi yang diharapkan terealisasi di tahun 2030. By the way kalian ini usia nya berapa? Kalau diambil rata-rata dengan saya yang usianya masih belia alias 17 tahun, kalian ini masih memiliki kesempatan untuk ikut melakukan perubahan. Generasi kakak-kakak kita sebelumnya saja masih semangat, apalagi dengan kita? Harusnya bisa lebih fighting and never give up dong ya. Walaupun temanya tahun 2030, kalian pasti masih mikir-mikir "Tahun 2030(?), besok aja gak tau mau ngapain aja? Mau jadi apa? Apalagi tahun 2030 jauh banget.. jangan muluk-muluk lah belum tentu umurnya? *eiteiteitss" mungkin bagi sebagian orang, angka segitu jauh dari pandangan kita. Kita saja masih belum tahu apa yang kita lakukan 5 tahun kedepan nanti, semua masih putih abu-abu (SMA dong). Maka dari itu diperlukannya perencanaan atau bahasa betawinya planning. Dengan dibuatnya perencanaan setidaknya kita memiliki gambaran (description) tentang hidup kita dibeberapa tahun yang akan datang. Hidup itu ya harus optimis, tidak bisa hanya menunggu waktu berganti tiap harinya. Sebenarnya inti dari 2030 itu apasih? Yaitu memadukan atau berkolaborasi antara ekonomi dengan perkembangan digital untuk menangani masalah pendidikan, kesehatan, dan juga merentas kemiskinan. Jadi kalian sudah siapkah untuk menjadi bagian youth challenge?

doc. pribadi

Lalu pembicara berikutnya ada Menkominfo bapak Rudiantara, beliau menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan. Beliau juga memaparkan tentang gadget kalau rencananya harga smartphone akan murah, tujuannya apa? Agar seluruh masyarakat ikut bisa menggunakan serta terkoneksi dengan masyarakat yang lain. Namun lain halnya dengan smartphone yang berasal dari negeri paman sam, kalau sebenarnya gadget tersebut (tidak perlu menyebut brand) tidak boleh dipasarkan di Indonesia karena masalah price. Di negara lainnya seperti cina yang memang banyak pengguna gadget, pemerintahnya melarang penjualan produk tersebut atau produk diluar dari negaranya (asing) untuk dipasarkan di negerinya. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Setelah melihat peluang pasar, dan Indonesia itu terkenal dengan daya belinya yang tinggi (bukan daya jual ya). Brand tersebut mencoba melakukan negosiasi yang akhirnya ia bisa memasarkan produknya ke negara kita ini. Rumit juga sih, (kalau menurut saya). Karena untuk memiliki sebuah smartphone itu tidak harus menguras kantong, apalagi mengurangi kebutuhan pokok. Yang penting bisa digunakan. Kalau soal prestise? hmm.. sudah beda jalur sepertinya. Ya, karena seperti yang beliau bilang Indonesia itu Privilege Enlargement yang artinya terdiri dari beberapa kelas sosial. Jadi kita tentunya tidak bisa menyama-ratakan selera kita dengan orang lain, saya suka singkong orang lain belum tentu juga suka; kira-kira seperti itu pengertiannya. Tapi menurut saya harus dilihat dari keadaan ekonomi penduduknya juga, meskipun saya tahu yang membeli brand tersebut pasti orang-orang yang memiliki pendapatan per kapita nya tinggi, karena tidak mungkin buruh cuci sanggup membeli barang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Mungkin bisa saja, tapi fungsinya? lebih baik buat makan. Seperti yang diketahui konsumen itu membeli kegunaan bukan masalah harga (my opini). Selain itu juga bapak Rudi mengatakan kalau pendidikan sampai saat ini tidak memiliki pembaharuan, seperti misalnya dari dulu sampai sekarang jurusan ekonomi hanya begitu-begitu saja contoh: akuntansi, manajemen ➡ konsentrasinya ➡  manajemen keuangan, dst. Kenapa tidak dibuat manajemen logistik, manajemen digital, dsb? Nah, disanalah kita harus bisa melakukan perubahan juga perkembangan mengikuti yang namanya era digital. Jangan hanya mengikuti yang sudah ada saja, tapi alangkah baiknya dikembangkan juga dikombinasikan dengan inovasi yang baru.

doc. pribadi

Bapak Ignatius Untung merupakan ketua dari Asosiasi pasar digital Indonesia (iDEA). yang merupakan penjualan berbasis e-commerce. Yang kita hadapi saat ini adalah perkembangan dunia digital pada pertumbuhan ekonomi, sekarang hampir dari sebagian beralih ke online mulai dari belanja kebutuhan pokok hingga melakukan transaksi pembayaran, semua melakukannya via online. Tinggal bagaimana cara kita menyikapinya? Disanalah ide kita diperlukan. Pengembangan sebuah inovasi, agar dapat bersaing secara positif. Dan menurut informasi, ada beberapa toko atau gerai bahkan transportasi konvensional yang menutup sebagian usaha mereka akibat menurunnya daya beli. And do you know? Semua beralih ke e-commerce. Berikut data ekonominya:

doc. pribadi

Sudahkah kita siap menghadapi persaingan era digital? Jika kita tidak terus melakukan inovasi, maka sudah dipastikan kita akan mengalami ketertinggalan.

doc. pribadi


Dan narasumber yang terakhir ada CEO Go-Jek yaitu Nadiem Makarim. Ini dia yang merupakan role model untuk generasi muda, seperti yang dikatakan ibu Sri Mulyani kalau Nadiem adalah anak muda seperti yang lainnya. Namun ia dapat melakukan perubahan baru dalam bidang bisnis maupun ekonomi. Dia bukan berasal dari orangtua yang berkecukupan. Tapi ia mampu membuktikan kemampuannya melalui bisnis yang ia kembangkan sampai saat ini. Menurut Nadiem, kita harus bisa berkolaborasi dan bersinergi agar pertumbuhan ekonomi berkembang lebih baik. Saat ini dunia digital semakin hari semakin cepat perubahan maupun perkembangannya. Dulu kita untuk membuat sebuah gedung, material-material yang diperlukan seperti pasir, semen, dan bahan baku lainnya. Sekarang untuk membuat sebuah gedung atau bangunan itu konsepnya beda yaitu model virtual (Virtual Building) semua era nya dunia digital.


knowlarity.com

Bagaimana cara mengkombinasikan dunia maya dengan real-nya. Maka dari itu dibutuhkan SDM yang mampu mengembangkan Virtual Building tersebut. Kalau kalian pernah melihat film UP mungkin itu hanya Imajinasi. karena mana ada rumah bisa kayang dengan balon. Tapi di beberapa tahun yang akan datang mungkin bisa saja terjadi, karena pada dasarnya ide itu membuat sesuatu yang belum ada atau bahkan tidak akan pernah ada namun bisa menjadi kenyataan dengan pengembangan Imajinasi tentunya.

blog.libertybishop.co.uk

"Logic will get you from A to B. Imagination will take you everywhere." - Albert Einstein

 "The true sign intelligence is not knowledge but imagination." - Albert Einstein


Jangan menutup diri dengan hal-hal yang sering dianggap tidak mungkin. Karena didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Pembahasannya sampai kesini-sini kan(?) Ya, yang dibutuhkan itu perubahan. Perubahan yang seperti apa? Yang kalau biasanya kita mengikuti atau menjalankan yang sudah ada. Sekarang saatnya menciptakan sesuatu yang baru, yang tidak hanya berguna untuk diri sendiri saja namun orang banyak.


doc. pribadi


Kalau ada yang bilang "jangan kebanyakan mimpi lu." Mungkin dia tidak pernah bermimpi, hidup dalam kegelapan. *becanda ya? No baper 😀


doc. pribadi

Mau jadi guru, dokter, polisi, menteri, pembisnis, sampai tukang tahu bulat pun kita harus melakukan inovasi; membuat ide baru. Persaingan yang semakin ketat jika kita tidak mempunyai skill ataupun keahlian, bagaimana mau memiliki daya saing? Karena kemerdekaan itu bukan hadiah, melainkan harus diperjuangkan. Ya, harus diperjuangkan. Yang namanya perjuangan pastinya dibutuhkan kerja keras serta berusaha. Sekarang banyak yang menginginkan penghasilan dengan waktu yang efisien istilahnya freelancer, bagaimana cara mendapat penghasilan dengan melakukan beberapa pekerjaan. Tentunya itu tadi kita harus memiliki skill dalam mengatur waktu dan mengembangkan keahlian. Jadi kita tidak perlu lagi merasa dikejar waktu, malah kita yang mampu menggunakan waktu dengan baik. Nah itu dia beberapa pembahasan dari seminar kemarin. Gimana? Bisa dimengerti ya. SDG 2030 itu bukan sebuah campaign saja, namun harus bisa direalisasikan. Masih banyak permasalahan yang mesti diperbaiki untuk menuju Indonesia yang lebih maju di level internasional.